loading...

Belajar untuk berkarya

Seberapapun kesulitan yang dihadapi, lakukanlah dengan berani.

Pengalaman adalah guru terbaik

Dengan belajar dan mencoba walaupun mengalami kegagalan. Namun dapat menjadi bekal bila mengalami kesuilitan di masa mendatang.

Belajar dan berdoa

Belajar perlu diimbangi dengan kemantapan spiritual.

Kesuksesan memerlukan pengorbanan dan kerja keras

Tak ada kesuksesan yang dapat diraih dengan instan, semua itu memerlukan kerja keras dan perjuangan.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, May 1, 2020

PERUBAHAN WILAYAH INDONESIA


PERUBAHAN WILAYAH PROVINSI DI INDONESIA

Pada saat kemerdekaan, jumlah provinsi yang ada di Indonesia hanya 8, yaitu:
Nama Provinsi
Nama Gubernur
Nama Provinsi
Nama Gubernur
Sumatra
Teuku Mohammad Hasaan
Borneo (Kalimantan)
Ir. Pangeran Mohammad Noor
Jawa Barat
Sutardjo Kartohadikusumo
Sulawesi (Celebes)
R. G.S.S.J. Ratulangi
Jawa Tengah
R. Panji Suroso
Sunda Kecil (Nusa Tenggara)
Mr. I. Gusti Ketut Puja
Jawa Timur
R.M. Suryo
Maluku
Mr. J. Latuharhary
Tahun
Jml Prov
Tahun
Jml Prov
1945
1950
1956
1957
1958
1959
1960
1964
8
11
15
17
20
21
22
24
1967
1969
1976
1999
2000
2002
2012
25
26
27
29
32
33
34









         Gambar Peta Indonesia pada Awal Kemerdekaan


Tabel Pemekaran Wilayah Provinsi di Indonesia setelah era reformasi
Provinsi
Ibu Kota
Dimekarkan dari
Tanggal
Maluku Utara
Ternate
Maluku
4 Oktober 1999
Banten
Serang
Jawa Barat
17 Oktober 1999
Bangka Belitung
Pangkal Pinang
Riau
4 Desember 2000
Gorontalo
Gorontalo
Sulawesi Utara
22 Desember 2000
Papua Barat
Manokwari
Papua
21 November 2001
Kepulauan Riau
Tanjung Pinang
Riau
25 Oktober 2002
Sulawesi Barat
Mamuju
Sulawesi Selatan
5 Oktober 2004
Kalimantan Utara
Tanjung Selor
Kalimantan Timur
25 Oktober 2012

PERKEMBANGAN PROVINSI DI INDONESIA
·       Tahun 1950, Jawa Tengah dimekarkan menjadi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
·       Tahun 1969, Provinsi Irian Jaya terbentuk dan berganti nama menjadi Provinsi Papua tahun 1999
·       Tahun 1999, Provinsi Timor Timur memisahkan diri berdasarkan hasil jajak pendapat pada masa Presiden B.J. Habibie dan menjadi negara bernama Timor Leste
      
      Pemekaran wilayah provinsi memiliki tujuan diantaranya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PERUBAHAN WILAYAH LAUT TERITORIAL DI INDONESIA

·       Pada awal kemerdekaan berdasarkan hukum laut Belanda yaitu Terotoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie, wilayah laut Indonesia adalah sejauh 3 mil. Pada tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengambil sikap dengan menetapkan konsep wilayah perairan laut yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda.
·        Deklarasi Djuanda mendapat pengakuan dunia internasional pada tahun 1982 saat diadakan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika. Berdasarkan konvensi hokum laut tersebut wilayah perairan terdiri dari: laut teriterial (wilayah), landas kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
·       Indonesia salah satu penghasil ikan terbesar di Asia Tenggara dan Laut Banda adalah laut terdalam di Indonesia
Gambar Wilayah Laut
  • Laut Teritorial (wilayah)  à batas laut selebar 12 mil laut dari garis pantai terluar ke arah laut bebas
  • Landas kontinen          à diukur sampai kedalaman 200 m dan jarak terjauh 200 mil kea rah laut bebas
  • ZEE                             Ã  wailayah laut selebar 200 mil dari garis terluar.
           Contoh Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk materi di atas dapat didownload DISINI :)
         
           Berbagi itu indah - BexHero


RINGKASAN PERISTIWA PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

RINGKASAN PERISTIWA
PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

        Sumber gambar: ruangguru.co.id

A.    Pancasila sebagai dasar negara
-       Istilah Pancasila dikenal sejak Majapahit dalam Kitab Negarakertagama (Mpu Prapanca) dan Kitab Sutasoma (Mpu Tantular)
-        Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
-    Pancasila menjadi penentu arah dan cita-cita luhur bangsa Indonesia, serta menjadi tuntunan dalam menjalankan kehidupan bernegara.

B.    Proses Perumusan Pancasila
1.     Pembentukan BPUPKI
-        BPUPKI dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945 oleh Jenderal Kamakichi Harada
-         BPUPKI memiliki kepanjangan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
-        Dalam bahasa Jepangnya Dokuritsu Junbi Coosakai
-        Pada tanggal 28 Mei 1945 dilaksanakan pelantikan anggota BPUPKI di Gedung Cuo Sangi In, Jakarta
-        BPUPKI beranggotakan 63 orang, terdiri dari Ketua (Dr. Radjiman Widyodiningrat), Wakil (Icibangase), Sekretaris (R. Panji Soeroso) dan 60 anggota.
-        BPUPKI melaksanakan 2 kali sidang.
a.    Sidang Pertama (29 Mei – 1 Juni 1945)
-        Bertujuan untuk menentukan dasar negara
-        Penyampaian pendapat disampaikan oleh 3 tokoh, antara lain:
1)    Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945), usulan dasar negara:
a)    Peri Kebangsaan
b)    Peri Kemanusiaan
c)     Peri Ketuhanan
d)    Peri Kerakyatan
e)    Peri Kesejahteraan Rakyat
2)    Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945), usulan dasar negara:
a)    Persatuan
b)    Kekeluargaan
c)     Mufakat dan Demokrasi
d)    Musyawarah
e)    Keadilan Rakyat
3)    Ir. Soekarno (1 Juni 1945), usulan dasar negara:
a)    Kebangsaan Indonesia
b)    Internasionalisme atau peri kemanusiaan
c)     Mufakat atau Demokrasi
d)    Kesejahteraan Sosial
e)    Ketuhanan yang Berkebudayaan
-        Ir. Soekarno mengusulkan nama Pancasila pada rumusan dasarnya atas saran dari Mr. Mohammad Yamin (ahli sastra dan bahasa)
-        Oleh karena itu setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
-      Pada tanggal 22 Juni 1945 dibentuk panitia kecil perumus dasar negara dikenal dengan nama Panitia Sembilan
-        Anggota Panitia Sembilan:
1)    Ir. Soekarno (ketua)                                       6) Abdul Kahar Mudzakir
2)    Drs. Mohammad Hatta (wakil)                         7) K.H. Wachid hasyim
3)    Mr. Muhammad Yamin                                    8) H. Agus Salim
4)    Ahmad Subarjo                                              9) Abikusno Tjokro Suyoso
5)    A.A. Maramis
-       Panitia Sembilan menghasilkan dokumen yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) berupa Rancangan Preambule/Mukadimah UUD 1945 yang merupakan cikal bakal Pembukaan UUD 1945.


-        Isi Piagam Jakarta (Jakarta Charter):
1)    Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya
2)    Kemanusiaan yang adil dan beradab
3)    Persatuan Indonesia
4)    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5)    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

b.    Sidang Kedua BPUPKI (10-16 Juli 1945)
-       Pada tanggal 11 Juli 1945 dengan suara bulat menyetujui isi Rancangan Pembukaan UUD 1945 yang diambil dari Piagam Jakarta.
      Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan oleh Jepang.

loading...